JurnalPangan dan Agroindustri Vol. 3 No 1 p.203-214, Januari 2015 dikembangkan menjadi teh herbal kulit salak untuk pengobatan diabetes.Dari hasil penelitian teh herbal kulit salak menggunakan perlakuan proporsi filtrat kulit salak : pandan wangi (60:40), Dalam pembuatan teh herbal kulit salak ini digunakan pemanis alami bebas kalori
Thisstudy aimed to determine the best adsorption capacity, compounds contained in activated carbon and burn off that produced. In this study, activated carbon have been prepared from the bark of Salacca zalacca by physically activating using a microwave. The 70 gram bark of Salacca zalaccawas pyrolised in a furnace with flowing gas N2 ;with temperature 500 oC for 120 minutes followed by
Tehherbal dari kulit salak, dipercaya punya kasiat anti-diabetes. (Foto: @mazkacuk1/TikTok) Sebuah video yang memperlihatkan ibu-ibu membuat teh herbal belakangan menjadi sorotan. Pasalnya, bahan yang digunakan bukanlah daun teh, melainkan kulit dari buah salak. Sebelumnya diketahui, salak merupakan salah satu buah populer di Indonesia
Ide dasar pembuatan teh dari kulit salak ini bermula dari keinginan kami untuk memanfaatkan limbah kulit salak karena mengandung unsur aktif 'Cinamic acid derivative'," kata salah seorang mahasiswa yang tergabung dalam penelitian teh kulit salak tersebut Mhas Agoes Triambada di Malang, Rabu (8/5).
Manfaatlain dari kulit salak adalah membantu menstabilkan tekanan darah, baik tekanan darah rendah maupun tekanan darah tinggi. Sebaiknya mengonsumsi teh kulit salak secara rutin selama 2 minggu. 3. Mengobati ambeien. Teh kulit salak ini juga mampu mengobati ambeien. Anda bisa mencampur teh kulit salak dengan gula merah dan mengonsumsinya 2
pembuatanteh Aloe Stevia dipersiapkan terlebih dahulu. Bahan yang disiapkan antara lain daun . Daun Aloe VeraAloe Vera dikupas dan diambil kulitnya, kemudian kulit Aloe Vera dibersihkan dari lendir. Kulit Aloe Vera di cuci agar produk yang dihasilkan baik dan tahan lama. Kulit Aloe Vera direduksi dengan ukuran ± 1 cm. Kulit Aloe Vera dikeringkan
REPUBLIKACO.ID, YOGYAKARTA -- Lima mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta berhasil mengalahkan 170 tim peneliti dari 11 negara di dunia di ajang The 3rd International Young Inventaris Awards di Surabaya, Jawa Timur pekan lalu. Mereka berhasil meraih meraih emas atas penelitian mereka berupa teh dari kulit salak untuk
BMUo8. PENELITI dari kalangan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang mengungkapkan limbah kulit salak yang sudah diolah menjadi serbuk teh mampu menjadi obat penurun panas dan diabetes."Ide dasar pembuatan teh dari kulit salak ini bermula dari keinginan kami untuk memanfaatkan limbah kulit salak karena mengandung unsur aktif 'Cinamic acid derivative'," kata salah seorang mahasiswa yang tergabung dalam penelitian teh kulit salak tersebut Mhas Agoes Triambada di Malang, Rabu 8/5. Selain Mhas Agoes Triambada, ada empat mahasiswa lain yang mendukung penelitian tersebut, yakni Audisty Oktavian, Saraswati, Wildan Noor, dan lanjut Mhas Agoes mengatakan bahwa Cinamic acid derivative merupakan senyawa yang mampu mendorong regenerasi sel epitel. Zat tersebut juga berperan penting dalam proses perbaikan pankreas pada penderita diabetes tipe aktif lain yang terkandung dalam kulit salak yang sudah diolah menjadi teh itu, kata Mhas Agoes, adalah Pterostilbene, yakni zat anti diabetes yang berperan langsung dalam menurunkan kadar gula berbahan baku limbah kulit salak karya lima mahasiswa Universitas Brawijaya UB Malang yang diberi nama "Litlak Tea" itu dijual seharga Teh kulit salak tersebut diolah menjadi sejumlah varian rasa, yakni original, cokelat, dan vanila dengan ukuran gelas original dikhususkan untuk penderita diabetes, sedangkan rasa cokelat dan vanila untuk kalangan non-diabetes. "Kami berharap teh hasil penelitian kami ini bisa diterima oleh semua kalangan sebagai minuman sehat dan nikmat, terutama bagi penderita diabetes," mahasiswa tersebut juga berharap ada investor yang mau bergabung untuk memajukan dan mengembangkan peluang usaha tersebut dan akhirnya bisa diterima pasar secara luas.***sumber
Ari. G. W., Dea. Winda. Fajar. S. 2018. Pengaruh Waktu Kontak Dan Keasaman Terhadap Daya Bio Adsropsi Limbah Sabut Kelapa Hijau Pada Ion Logam Timbal II. Kovalen. Vol. 4. No. 2, September 2018. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Tunas Husada Tasikmalaya. Arifiyana. D., Vika. A. D., 2020. Biosorpsi Logam Besi Fe Dalam Media Limbah Cair Artifisial Menggunakan Biadasroben Kulit Pisang Kepok Musa acuminate. Jurnal Riset Kimia. Vol. 5. No. 1, Juni 2020. Akademi Farmasi Surabaya Ashraf, MA., Maah, MJ.,Yusoff,I.,2010, Study of Banana peel Musa sapientum as a Cationic Biosorben, American-Eurasian Fajri, Arinal., Dora Arista, Maya Sari, 2019, Pengolahan Limbah Laboratorium Kimia Dengan Sistem Penyaringan Sederhana, Journal of Sainstek 10120-23, Tanah Datar Institut Agama Islam Negeri Batusangkar. Hajar, E., WI., Sitorus, RS., Mulianigtias, N., Welan, FJ., 2016, Efektivitas Adsorpsi Logam Pb2+ dan Cd2+ Menggunakan Media Adsorben Cangkang Telur Ayam. Konversi 511-7, Samarinda Universitas Mulawarman. Hikmawati, Dwi. I. 2018. Studi Perbandingan Kinerja Serbuk dan Arang Biji Salak Pondoh Salacca zalacca pada Adsorbsi Metilen Biru. Chimica et Natura Acta Universitas PGRI Madiun. Madiun. Kurniasari, L., 2010, Pemanfaatan Mikroorganisme Dan Limbah Pertanian Sebagai Bahan Baku Biosorben Logam Berat, Momentum 625-8, Semarang Universitas Wahid Hasyim. Lusiana. U., 2012. Penerapan Kurva Kalibrasi, Bagan Kendali Akurasi dan Persisi Sebagai Pengendalian Mutu Internal Pada Pengujian COD Dalam Air Limbah. Biopropal Industri. Vol. 3 Juni 2012. Mawardi., Sanjaya, H., dan Zainul, R. 2015. Characterization of Napa Soil and Adsorption of Pb II from Aqueous Solution Using on Coloumn Method. Journal of Chemical and Pharmaceutical Research, 7, 12, 901-912. Nurhasni, Hendrawati, dan Saniyyah, N., 2014. Sekam Padi untuk Menyerap Ion Logam Tembaga dan Timbal dalam Air Limbah. Jurnal Valensi Mei 2014 36-44. Nurhayati, I., Sugito, Ayu., P., 2018. Pengolahan Limbah Cair Laboratorium Dengan Adsropsidan Pretreatment Netralisasi dan Sians dan Teknologi Lingkungan. Vol. Juni 2018. Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas PGRI Adi Buana, Surabaya Pujiasih, Dyah Ayu., Nurhasanah., dan Mega Nurhanisa. 2019. Pengaruh Penambahan Karbon Aktif Biji Salak Salacca edulis pada Sistem Filtrasi Air Gambut. Prisma Fisika, Vol. 7, No. 3, Hal. 275-281. Fakultas MIPA Universitas Tanjungpura. Pontianak. Riapanitra. A., Tien. S., Kapti. R., 2006. Penentuan Waktu Kontak dan Ph Optimum Penyerapan Metilen Biru Menggunakan Abu Sekam Padi. Jurusan Kimia, Program Studi MIPA Unsoed Purwokerto Radyawati. Kulit Pisang Kepok UntukPenyerapan Logam Timbal Pb danLogam Seng Zn. Saifudin, A., Rahayu, V., danTeruna, H. Y. 2011. Standardisasi Bahan Obat Alam. Yogyakarta Sepryani. H., Mega. E., Ameliya. E. 2017. Optimasi pH Terhadap Penyerapan Ion Logam Timbal Dengan Menggunakan Biomaterial Batang Pisang Kepok Musa accuminata balbisiana colla. September 2017. Akademi Analais Kesehatan Pekanbaru. Akademi Refraksi Optik Padang Sunu, P. 2001. Melindungi Lingkungan dengan Menerapkan ISO 14001. Jakarta Gramedia Widiasarana Indonesia. Susanti, R., Dewi Mustikaningtyas, Fitri Arum Sasi, 2014, Analisis Kadar Logam Berat pada Sungai di Jawa Tengah, Sainteknol 121, Semarang Universitas Negeri Semarang. Turmuzi, M, Arion, S. 2015. Pengaruh Suhu Dalam Pembuatan Karbon Aktif Dari Kulit Salak Salacca edulis Dengan Impergnasi Asam Fosfat Widayanto, T., Teti, Y., Agung, 2017. Adsropsi Logam Berat Pb Dari Limbah Cair Dengan Adsorben Aeang Bambu Aktif. Jurnal Tekonologi Bahan Alam. Vol. 1, Fakultas Teknik Universitas Muhammaadiyah Surakarta. Widhianingrum, Inawati., Khoirun, Vivi, A., Bekti, N. 2016. Penurunan Ion Logam Kadmium Menggunakan Biji Salak Sebagai Adsorben Pada Limbah Indusrtri “X”. Inovasi Teknik Kimia, Vol. 1, Universitas Wahid Hasyim. Semarang. Wiendarlina. I. Y., Min. R., Fajar. 2018. Aktivitas Hepatoprotektor Ekstrak Air Herba Pegagan Daun Kecil Centella asiatica. L. Urb. Terhadap Tikus Putih Jantan Sprague DawleyL. Yang Diinduksi Dengan Parasetamol. Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi. Vol. 8 Juni 2018. Zein, R., Novrizaldi, Wardana, Refilda, Hermansyah, A., 2018. Kulit Salak Sebagai Biosorben Potensial untuk Pengolahan Timbal II dan CadmiumII dalam Larutan. Chimica et Natura Acta, Vol. 6 No. 2 56 – 64. Andalas University. Padang Indonesia
MALANG - Peneliti dari kalangan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang mengungkapkan, limbah kulit salak yang sudah diolah menjadi serbuk teh mampu menjadi obat penurun panas dan diabetes."Ide dasar pembuatan teh dari kulit salak ini bermula dari keinginan kami untuk memanfaatkan limbah kulit salak karena mengandung unsur aktif 'Cinamic acid derivative'," kata salah seorang mahasiswa yang tergabung dalam penelitian teh kulit salak tersebut Mhas Agoes Triambada di Malang, Mhas Agoes Triambada, ada empat mahasiswa lain yang mendukung penelitian tersebut, yakni Audisty Oktavian, Saraswati, Wildan Noor, dan lanjut Mhas Agoes mengatakan, Cinamic acid derivative merupakan senyawa yang mampu mendorong regenerasi sel epitel. Zat tersebut juga berperan penting dalam proses perbaikan pankreas pada penderita diabetes tipe aktif lain yang terkandung dalam kulit salak yang sudah diolah menjadi teh itu, kata Mhas Agoes, adalah Pterostilbene, yakni zat anti diabetes yang berperan langsung dalam menurunkan kadar gula berbahan baku limbah kulit salak karya lima mahasiswa Universitas Brawijaya UB Malang yang diberi nama "Litlak Tea" itu dijual seharga Rp Teh kulit salak tersebut diolah menjadi sejumlah varian rasa, yakni original, cokelat, dan vanila dengan ukuran gelas original dikhususkan untuk penderita diabetes, sedangkan rasa cokelat dan vanila untuk kalangan non-diabetes. "Kami berharap teh hasil penelitian kami ini bisa diterima oleh semua kalangan sebagai minuman sehat dan nikmat, terutama bagi penderita diabetes," mahasiswa tersebut juga berharap ada investor yang mau bergabung untuk memajukan dan mengembangkan peluang usaha tersebut dan akhirnya bisa diterima pasar secara luas. sumber Antara