Lihatprofil pt mitra-adi di LinkedIn, komunitas profesional terbesar di dunia. pt mencantumkan 1 pekerjaan di profilnya. Lihat profil lengkapnya di LinkedIn dan temukan koneksi dan pekerjaan pt di perusahaan yang serupa. Direktur at PT. Mitra Niaga Jaya Manggala (minijala) Jakarta, Jakarta Raya, Indonesia 6 koneksi. Gabung untuk Terhubung
SLEMAN Sebanyak 593 buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok di PT Mitra Adi Jaya Berbah menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), Rabu (15/12/2021). Masing-masing butuh menerima BLT sebesar Rp 1.060.000 untuk bulan Oktober - November.
Salahsatu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) PT HM Sampoerna diwujudkan dengan melakukan emberdayaan masyarakat miskin membentuk Program Kemitraan MPS Prambanan di Desa Kalitirto,Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman. MPS ini diprakarsai oleh PT HM Sampoerna bekerja sama dengan PT Mitra Adi Jaya dan masyarakat lokal.
PTMITRA ADI JAYA Business Center in Sleman 1 1 out of 5 stars. Closed Now CommunitySee All 106 people like this 127 people follow this 166 check-ins AboutSee All Kalitirto , berbah , sleman (10,233.76 mi) Sleman, Special Region of Yogyakarta, Indonesia, Get Directions +62 274 497423 Contact PT MITRA ADI JAYA on Messenger Business Center
TBoi. berbah, Yogyakarta City, Adi Jaya Berbah is one of the popular Local Business located in berbah ,Yogyakarta City listed under Company in Yogyakarta City , Add Review About Contact Map REVIEWS UPDATES Contact Details & Working Hours Address berbah, Yogyakarta City, Opening hours Monday0000-0000 Tuesday0000-0000 Wednesday0000-0000 Thursday0000-0000 Friday0000-0000 Saturday0000-0000 Sunday0000-0000 Map of Adi Jaya Berbah Enter address of business to get driving directions OTHER PLACES NEAR ADI JAYA BERBAH Makanan KAS BATAK "naniura" BERBAH Miles Away D'Chinnamon Tartcake Berbah Miles Away Bengkel utek berbah sleman Miles Away Progame Ruko Pelem Lor Jalan Berbah Miles Away Sewa mobil jogja berbah sleman Miles Away Adi Jaya Berbah berbah Miles Away EXPLORE NEARBY ADI JAYA BERBAH Local business Hotel School High School Shopping/Retail Indonesian Restaurant Restaurant Government Organization Residence Education Professional Service Hospital/Clinic Business Service Region Restaurant/cafe Cafe Place to Eat/Drink Coffee Shop Travel & Transportation Internet Cafe Technical Institute Mosque County Shopping Mall Beach Automotive Airport Landmark Organization Commercial Bank Workplace & Office Community & Government Tours/sightseeing Spas/Beauty/Personal Care Medical & Health City Community Organization Food/grocery Sports Venue & Stadium Elementary School Clothing Store Christian Church College & University Church Mountain Sports & Recreation Arts & Entertainment Grocery Store Food & Restaurant Diner
- Yogyakarta, Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi kepada paguyuban Mitra Produksi Sigaret MPS, sebagai wadah yang menaungi 38 produsen Sigaret Kretek Tangan SKT dan bermitra dengan PT HM Sampoerna. Mereka yang tersebar di wilayah Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur ini mampu memproduksi 15 miliar batang per tahun dengan mempekerjakan karyawan lebih dari 40 ribu orang. Salah satunya adalah MPS Berbah PT Mitra Adi Jaya yang beroperasi sejak tahun 2006 dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 900 orang. MPS ini memproduksi rokok SKT hingga 3,72 juta batang per minggu atau 200,88 juta batang per tahun setara dengan Rp200 miliar per tahun. Dengan kontribusi besar tersebut, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menilai MPS sebagai pahlawan industri Indonesia. "Keberpihakan pemerintah saat ini terhadap industri SKT sangat jelas, sehingga pekerjaan linting rokok kretek itu ada terus dan berkelanjutan. Kita pun lihat mereka masih bertahan di tengah era industri Karena di Indonesia, penerapan teknologi industri berjalan secara paralel dan harmonis dengan industri yang menggunakan teknologi sebelumnya," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara Dialog dengan Karyawan Mitra Produksi Sigaret MPS dan Paguyuban Sampoerna Retail Community SRC di Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Jumat 22/3. Airlangga pun menegaskan, pemerintah saat ini sedang fokus membangun pengembangan sumber daya manusia SDM, khususnya di sektor industri. "Ibu-ibu yang bekerja di MPS ini sudah bisa turut mensejahterakan keluarganya masing-masing. Sebab, kalau pekerja di MPS HM Sampoerna itu konsepnya sudah bagus, fasilitas kesehatan juga bisa dipakai untuk suami dan anaknya", ungkapnya. Selain itu, program kemitraan antara PT HM Sampoerna dengan Sampoerna Retail Community SRC, sebagai wadah usaha kecil menengah UKM retail yang telah dibentuk di 34 provinsi meliputi 408 Kabupaten/Kota dan melibatkan lebih dari mitra dagang, ini juga merupakan contoh program pemberdayaan UKM khususnya peretail tradisional di tingkat nasional. "Program ini menunjukan kepedulian Sampoerna kepada UKM untuk dapat berkembang bersama-sama melalui peningkatan kapasitas dan menciptakan ekosistem komersial yang inklusif, yang pada akhirnya mewujudkan kemandirian perekonomian baik di tingkat daerah maupun nasional," ujarnya. Pada kesempatan tersebut, Menperin berbincang dengan beberapa pelaku usaha yang tergabung di SRC. Misalnya dengan Darmini, anggota SRC yang sudah bergabung dua tahun ini mengaku gerainya semakin banyak kunjungan pembelinya karena rapih dan bersih. "Saat ini, penghasilan kami bisa mencapai Rp7-8 juta per hari," ungkapnya. Kemudian, Mohamad Fanu, anggota dari Bantul ini juga menyatakan bahwa bergabungnya dengan SRC ini merupakan suatu anugerah. Kenapa saya katakan begitu, sebelum bergabung dengan SRC, pendapatan berkisar Rp2-3 juta per hari, tetapi sekarang peningkatan penjualan menjadi Rp8 juta per hari. "Mudah-mudahan saya bisa tambah satu toko lagi," ucapnya. Direktur PT HM Sampoerna Tbk. Elvira Lianita menyampiakan bahwa kehadiran Menperin di sejumlah MPS HM Sampoerna menjadi sebuah apresiasi yang sangat tinggi dan bentuk komitmen dalam menjaga keberlangsungan usaha IHT nasional. "Secara keseluruhan yang bekerja di MPS wilayah Jogja sebanyak 3500 karyawan, karena ada dari Bantul dan Wates. Beberapa waktu lalu, Bapak Menperin sudah meninjau di Lamongan dan Mojokerto," ungkapnya. Menurut Elvira, keberadaan MPS ini tidak saja menjadi rezeki bagi karyawan yang bekerja di pabrik, tetapi juga menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi di sekitarnya karena dapat memacu usaha-usaha lain untuk tumbuh dan berkembang. "Karena keberadaan MPS ini turut membantu perputaran ekonomi di daerah masing-masing," imbuhnya. Sementara itu, lanjutnya, pengembangan SRC bertujuan membangun para pedagang tradisional untuk bisa lebih memajukan usahanya. Misalnya, yang awalnya penjualan omzetnya sekitar Rp50-100 ribu per hari bisa berkembang menjadi Rp6-7 juta per hari. "Bahkan, ada yang awalnya hanya satu toko kecil, kemudian sekarang beranak-pinak menjadi dua atau tiga toko," ujarnya. Secara total, SRC di Yogyakarta ada 1600 anggota atau kalau ditambahkan dengan Jawa Tengah mencapai anggota. "Tentu saja Ini menjadi kebanggaan kami yang secara konsisten terus-menerus membina pedagang tradisional di Indonesia melalui pengembangan ekonomi kerakyatan," terangnya. Elvira berharap agar pemerintah khususnya Kemenpeerin tetap menjaga kesinambungan dan kepastian-kepastian usaha bagi IHT nasional serta menjaga iklim investasi yang kondusif. "Sebagai pelaku usaha, tentunya kami akan mendukung pemerintah untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan yang adil melalui upaya-upaya kami dalam membina UMKM dan pedagang-pedagang tradisional," pungkasnya.
Penyaluran BLT-DBHCHT di PT Mitra Adi Jaya Berbah Sleman. Foto Atiek Widyastuti HSLEMAN, - Sebanyak 593 buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok di PT Mitra Adi Jaya Berbah menerima Bantuan Langsung Tunai BLT Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau DBHCHT, Rabu 15/12/2021. Masing-masing butuh menerima BLT sebesar Rp untuk bulan Oktober - Operasional PT Mitra Adi Jaya Aditya Wirawan mengatakan, penyaluran BLT merupakan hasil dari pengembalian cukai tembakau yang dibagikan kepada petani tembakau dan buruh pabrik rokok di wilayah Sleman. Diharapkan BLT ini dapat membantu kesejahteraan buruh maupun petani."Tentu ini sangat berdampak positif bagi karyawan kami. Apakah masih dalam masa pandemi. Harapannya tidak hanya sekali, namun di tahun-tahun berikutnya juga ada kegiatan serupa," buruh di PT Mitra Adi Jaya ada 393 orang yang 92 persen adalah perempuan. Karena rokok yang diproduksi adalah sigaret kretek tangan, jadi jumlah pekerjaannya cukup tinggi. Dari total buruh, 40 persen warga Berbah. Sisanya ada dari Bantul, Gunungkidul dan pandemi, aktivitas di pabrik harus disesuaikan dengan level PPKM yang ditetapkan pemerintah. "Kita tidak ada PHK. Aktivis tetap jalan. Hanya saja jumlah karyawan yang masuk disesuaikan dengan kebiasaan pemerintah. Namun untuk saat ini sudah masuk 100 persen," ini disambut senang oleh buruh. Karena bisa dimanfaatkan untuk menambah keperluan sehari-hari. "Kebetulan anak saya mau masuk sekolah. Jadi bisa untuk biaya tambahan," kata Indarti, mandor giling di PT Mitra Adi BLT disaksikan oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa. Pemda Sleman mengalokasikan dana sebesar Rp yang dibagikan ke 393 buruh pabrik rokok dan 200 buruh tani tembakau yang ada di Sleman."Calon penerima telah terlebih dahulu melalui tahap verifikasi dan validasi oleh dinas terkait untuk memastikan data kependudukan penerima merupakan buruh pabrik rokok dan tani tembakau yang berpenduduk di Kabupaten Sleman. Disesuaikan dengan alamat pabrik, yakni di Sleman," katanya. Awh