Marikembali ke judul awal, Suhu air mendidih ternyata tergantung tempatnya. misalnya di Puncak Bogor, kita masak air, akan mendidih pada suhu 97C (hanya perumpamaan) . Hal ini terjadi karena di puncak yang merupakan dataran tinggi memiliki tekanan udara yang lebih rendah dan volume udara yang lebih banyak. mari bayangkan sejenak. 1. segelas air padalintang 0°. Oleh karena itu suhu air laut yang tertinggi akan ditemukan di daerah sekitar equator (Gambar 1) (WEIL 1970). Jumlah panas yang diserap oleh air laut pada suatu lokasi semakin berkurang bila letaknya semakin mendekati kutub, atau dengan perkataan lain lokasi yang letak lintangnya semakin tinggi. Sebagai contoh suhu air per- Jawab: yang menerima kalor adalah air yang suhunya lebih rendah, yaitu air yang suhunya 25 derajat celcius. Sedangkan air yang suhunya 90 derajat celcius akan memberikan atau melepas kalor. Ketikadua benda yang mempunyai perbedaan suhu lantas bertemu maka kalor bakal mengalir (berpindah) dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah. Contohnya saat kita mencampurkan air dingin dengan air panas, maka anda mendapatkan air hangat. abhatnv. Sendok yang digunakan untuk menyeduh kopi panas, akan terasa hangat. Leher Anda jika disentuh akan terasa hangat. Apa sebenarnya yang berpindah dari kopi panas ke sendok dan dari leher ke syaraf kulit? Sesuatu yang berpindah tersebut merupakan energi/kalor. Pada dasarnya kalor adalah perpindahan energi kinetik dari satu benda yang bersuhu lebih tinggi ke benda yang bersuhu lebih rendah. Pada waktu zat mengalami pemanasan, partikel-partikel benda akan bergetar dan menumbuk partikel tetangga yang bersuhu rendah. Hal ini berlangsung terus menerus membentuk energi kinetik rata-rata sama antara benda panas dengan benda yang semula dingin. Pada kondisi seperti ini terjadi keseimbangan termal dan suhu kedua benda akan sama. Dari penjelasan di atas, maka dapat kita simpulkan pengertian atau definisi kalor adalah sebagai berikut. Kalor merupakan salah satu bentuk energi yang dapat berpindah dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah jika kedua benda tersebut saling disentuhkan. Karena kalor merupakan suatu bentuk energi, maka satuan kalor dalam SI adalah Joule dan dalam CGS adalah erg. 1 Joule = 107 erg Dahulu sebelum orang mengetahui bahwa kalor merupakan suatu bentuk energi, maka orang sudah mempunyai satuan untuk kalor adalah kalori. 1 kalori = 4,18 joule atau 1 Joule = 0,24 kal Pengaruh Kalor Terhadap Suhu Dari gambar di atas, terlihat bahwa jika satu gelas air panas dicampur dengan satu gelas air dingin, setelah terjadi keseimbangan termal menjadi air hangat. Hal tersebut dapat terjadi karena pada saat air panas dicampur dengan air dingin maka air panas melepaskan kalor sehingga suhunya turun dan air dingin menyerap kalor sehingga suhunya naik. Dengan demikian jika terdapat suatu benda yang menerima kalor suhunya akan naik. Faktor apakah yang mempengaruhi banyaknya kalor yang diserap oleh suatu zat? Untuk lebih jelasnya lakukan kegiatan di bawah ini! Percobaan Pengaruh Kalor terhadap Suhu Benda Kegiatan 1 Masukkan air secukupnya ke dalam alat pemanas gambar a. Ukurlah suhu air mula-mula dan hasilnya masukkan dalam tabel. Hubungkan alat pemanas dengan sumber listrik PLN dan catatlah suhu air tiap 3 menit selama 9 menit 0 menit, 3 menit, 6 menit dan 9 menit. Masukkan hasilnya dalam tabel. Bagaimana hubungan antara banyaknya kalor yang diserap air dan lamanya waktu penyerapan kalor tersebut? Kegiatan 2 Masukkan air ke dalam alat pemanas I dan alat pemanas II dengan volum yang tidak sama gambar b. Ukurlah suhu air mula-mula yang berada dalam alat pemanas I dan alat pemanas II. Hubungkan alat pemanas I dan alat pemanas II dengan sumber listrik PLN dan catatlah suhunya setelah 10 menit sebelum air mendidih dan hasilnya masukkan dalam tabel. Bagaimanakah hubungan antara massa air dengan banyaknya kalor yang diserap? Catatan Air yang bervolum lebih banyak, mempunyai massa yang lebih besar. Kegiatan 3 Masukkan air secukupnya ke dalam alat pemanas I dan minyak kelapa dengan massa yang sama dengan massa air ke dalam alat pemanas II seperti gambar c di atas. Ukurlah suhu mula-mula dari air dan minyak kelapa tersebut dan hasilnya masukkan dalam tabel. Hubungkan alat pemanas I dan alat pemanas II dengan sumber listrik PLN dan catatlah suhu air dan suhu minyak kelapa setelah 10 menit sebelum mendidih dan hasilnya masukkan dalam tabel. Bagaimanakah hubungan antara jenis zat yang dipanaskan dengan banyak kalor yang diserap? Kesimpulan Dari ketiga kegiatan di atas buatlah kesimpulan mengenai faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi banyaknya kalor yang diserap oleh suatu benda! Hubungan Kalor dengan Suhu Benda Sewaktu Anda memasak air, Anda membutuhkan kalor untuk menaikkan suhu air hingga mendidihkan air. Nasi yang dingin dapat dihangatkan dengan penghangat nasi. Nasi butuh kalor untuk menaikkan suhunya. Berapa banyak kalor yang diperlukan air dan nasi untuk menaikkan suhu hingga mencapai suhu yang diinginkan? Secara induktif, makin besar kenaikan suhu suatu benda, makin besar pula kalor yang diserapnya. Selain itu, kalor yang diserap benda juga bergantung massa benda dan bahan penyusun benda. Secara matematis dapat di tulis seperti berikut. Keterangan Q = jumlah kalor yang diberikan kalori atau joule m = massa benda g atau kg c = kalor jenis kal/goC atau J/kgoC T = perubahan suhu oC Contoh Soal 1 Berapa besar kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu sebatang besi yang massanya 10 kg dari 20oC menjadi 100oC, jika kalor jenis besi 450 J/kgoC? Penyelesaian Diketahui m = 10 kg T1 = 20oC T2 = 100oC c = 450 J/kg oC Ditanyakan Q? Jawab Q = mcT Q = mcT2 – T1 Q = 10 × 450 × 100 – 20 Q = 10 × 450 × 80 Q = J = 360 kJ Jadi, kalor yang dibutuhkan sebatang besi tersebut sebesar 360 kJ. Kalor Jenis dan Kapasitas Kalor Kalor dapat diberikan kepada benda atau diambil darinya. Kalor dapat diberikan pada suatu benda dengan cara pemanasan dan sebagai salah satu dampak adalah kenaikan suhunya. Kalor dapat diambil dari suatu benda dengan cara pendinginan dan sebagai salah satu dampak adalah penurunan suhu. Jadi, salah satu dampak dari pemberian atau pengurangan kalor adalah perubahan suhu yang diberi lambang Δt. Hasil percobaan di atas menunjukkan bahwa, dari pemanasan air dan minyak kelapa dengan massa air dan minyak kelapa yang sama, dengan selang waktu pemanasan yang sama ternyata banyaknya kalor yang diserap oleh air dan minyak kelapa tidak sama. Untuk membedakan zat-zat dalam hubungannya dengan pengaruh kalor pada zat-zat itu digunakan konsep kalor jenis yang diberi lambang “c”. Kalor jenis suatu zat didefinisikan sebagai banyaknya kalor yang diperlukan atau dilepaskan untuk menaikkan atau menurunkan suhu satu satuan massa zat itu sebesar satu satuan suhu. Jika suatu zat yang massanya m memerlukan atau melepaskan kalor sebesar Q untuk mengubah suhunya sebesar ΔT, maka kalor jenis zat itu dapat dinyatakan dengan persamaan Satuan-satuan kalor jenis antara lain sebagai berikut. ● J/kgoC ● J/kg K ● kkal/kgoC ● kal/goC Data pada tabel berikut ini menyatakan nilai kalor jenis dari beberapa zat yang banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Tabel Kalor Jenis Beberapa Zat dalam J/kg K Nama Zat Kalor Jenis Nama Zat Kalor Jenis Air Kuningan 376 Air laut Raksa 140 Aluminium 903 Seng 388 Besi 450 Spritus 240 Es Tembaga 385 Kaca 670 Timbal 130 Dari persamaan Q = mcΔT, untuk benda-benda tertentu nilai dari mc adalah konstan. Nilai dari mc disebut juga dengan kapasitas kalor yang diberi lambang "C" huruf kapital. Kapasitas kalor didefinisikan sebagai banyaknya kalor yang diperlukan atau dilepaskan untuk mengubah suhu benda sebesar satu satuan suhu. Persamaan kapasitas kalor dapat dinyatakan dengan Satuan dari C adalah J/K. Dari persamaan Q = mcΔT dan Q = CT diperleh persamaan berikut. Keterangan C = kapasitas kalor J/K Q = jumlah kalor yang diberikan kalori atau joule m = massa benda g atau kg c = kalor jenis kal/goC atau J/kgoC T = perubahan suhu oC Contoh Soal 2 Kalor yang dibutuhkan oleh 3 kg zat untuk menaikkan suhunya dari 10oC sampai 80oC adalah 9,45 kJ. Berapakah kalor jenis zat tersebut? Penyelesaian Diketahui m = 3 kg T = 80oC – 10oC = 70oC Q = 9,45 kJ = J Ditanyakan c Jawab Jadi kalor jenis zat tersebut adalah 450 J/kgoC. Contoh Soal 3 Berapakah kapasitas kalor dari 5 kg suatu zat yang mempunyai kalor jenis 2 kal/goC? Penyelesaian Diketahui m = 5 kg = g c = 2 kal/goC Ditanyakan C Jawab C = m × c C = g × 2 kal/goC C = kal/oC Asas Black Bila dua zat yang suhunya tidak sama dicampur maka zat yang bersuhu tinggi akan melepaskan kalor sehingga suhunya turun dan zat yang bersuhu rendah akan menyerap kalor sehingga suhunya naik sampai terjadi kesetimbangan termal. Karena kalor merupakan suatu energi maka berdasar hukum kekekalan energi diperoleh kalor yang dilepaskan sama dengan kalor yang diserap. Konsep tersebut sering disebut dengan azaz Black, yang secara matematis dapat dinyatakan Contoh Soal 4 Air sebanyak 0,5 kg yang bersuhu 100oC dituangkan ke dalam bejana dari aluminium yang memiliki massa 0,5 kg. Jika suhu awal bejana sebesar 25oC, kalor jenis aluminium 900 J/kgoC, dan kalor jenis air J/kgoC, maka tentukan suhu akhir kesetimbangan yang tercapai! anggap tidak ada kalor yang mengalir ke lingkungan. Penyelesaian Diketahui mbjn = 0,5 kg mair = 0,5 kg Tair = 100oC Tbjn = 25oC cair = J/kgoC cbjn = 900 J/kgoC Ditanyakan Ta suhu akhir Jawab Qdilepaskan = Qdiserap mair × cair × Tair = mbjn × cbjn × Tbjn 0,5 × × 100 – Ta = 0,5 × 900 × Ta – 25 – = 450Ta – 450Ta + = + = Ta = Ta = 87,156oC Jadi, suhu akhir campuran atau suhu kesetimbangan termalnya adalah 87,156oC. - Dalam kehidupan sehari-hari dapat dijumpai berbagai benda yang menggunakan kalor untuk membantu memudahkan kerja manusia. Apa pengertian kalor? dikutip dari laman berikut penjelasannya Kalor Pengertian kalor adalah energi panas yang dapat berpindah dari benda yang bersuhu lebih tinggi ke benda yang bersuhu lebih rendah. Satuannya dalam SI adalah Joule J. Dalam bidang gizi, kalor populer dengan nama kalori. Makanan dapat diubah menjadi energi panas oleh tubuh manusia. Energi panas tersebut diukur dalam satuan kilokalori kkal atau Kal. Kalor dapat menaikan suhu suatu benda. Makin besar massa benda, makin besar kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhunya. Misalnya untuk menaikkan suhu air dan suhu kayu, membutuhkan jumlah kalor yang berbeda. Rumus yang digunakan untuk menaikkan suhu= kalor jenis X massa benda X kenaikan suhu. Atau dilambangkan dengan Q = c × m × Δt Q = Kalor yang dibutuhkan c = kalor jenis m = massa benda Δt = kenaikan suhu Jenis-jenis kalor Kalor dapat berpindah dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah melalui 3 cara yaitu konduksi, konveksi dan radiasi. Konduksi Konduksi adalah perpindahan kalor melalui sebuah zat tanpa disertai dengan perpindahan partikel zat tersebut disebabkan adanya perbedaan atau selisih suhu. Benda yang jenisnya berbeda mempunyai kemampuan menghantar panas secara konduksi konduktivitas yang berbeda juga. Misalnya kayu dikenal sebagai benda yang tidak mampu menghantar panas dengan baik, sehingga masuk dalam kategori isolator atau benda penghantar panas yang buruk. Aluminium adalah penghantar panas yang baik sehingga dimasukkan golongan konduktor atau benda yang mampu jadi penghantar panas yang baik. Konveksi Konveksi adalah perpindahan kalor pada suatu zat yang disertai perpindahan partikel-partikel zat. Misalnya jika memanaskan satu panci air dan kacang hijau, maka tidak hanya air bagian bawah yang panas namun juga partikel air di bagian atas akan memanas. Demikian juga kacang hijau di dalamnya akan panas. Radiasi Radiasi adalah perpindahan kalor tanpa zat perantara. Contohnya adalah sinar matahari yang terasa panas sampai ke kulit. Kalor dari matahari harus melewati ruang hampa udara sebelum sampai ke Bumi dan mengenai kulit. Demikian pula saat panas api unggun yang berada jauh, bisa sampai terasa ke permukaan kulit. Hawa panas itu disebut radiasi karena kalornya menjalar tanpa benda perantara. Faktor yang berpengaruh terhadap perpindahan kalor adalah massa jenis benda. Peristiwa perpindahan kalor dalam kehidupan sehari-hari Kalor dapat berpindah dari satu benda ke benda lainnya, hingga dapat mengubah wujud benda, demikian laman menulis. Terdapat enam macam perubahan wujud zat yang disebabkan perpindahan kalor yaitu Menguap dari cair ke gas prosesnya adalah menyerap kalor Membeku dari cair ke padat prosesnya adalah dengan melepaskan kalor Mengkristal dari gas ke padat prosesnya dengan cara melepaskan kalor Menyublim dari padat ke gas melalui penyerapan kalor Melebur/mencair dari padat ke cair melalui menyerap kalor Mengembun dari gas ke cair melepaskan kalor Cara mengurangi/mencegah perpindahan kalor Mengurangi atau mencegah perpindahan kalor adalah dengan memakai benda yang bersifat isolator. Misalnya kayu sebagai pegangan yang ada pada dua sisi penggorengan, karena kayu sulit menghantar panas. Juga memakai bahan plastik tebal untuk pegangan setrika, karena plastik juga merupakan isolator atau buruk dalam penghantar kalor. Contoh lain adalah memakai sandal karet untuk berjalan di jalan aspal saat siang hari, karena karet juga adalah isolator. - Pendidikan Kontributor Cicik NovitaPenulis Cicik NovitaEditor Yulaika Ramadhani Jakarta - Suhu adalah ukuran kuantitatif terhadap temperatur baik panas dan dingin yang diukur dengan termometer menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI.Sedangkan menurut Sumber Belajar Kemdikbud, pengertian suhu adalah suatu besaran untuk menyatakan ukuran derajat panas dinginnya benda. Suhu bisa juga disebut temperatur yang dalam besaran fisika memiliki satuan yang bernama skala pasti sering mendengar satuan derajat Celsius? Nah itu adalah satuan suhu yang sering digunakan di Indonesia. Namun tak hanya Celsius ada satuan suhu lain dikutip dari buku IPA FISIKA - Jilid 1 oleh Satuan Suhu1. Skala KelvinSkala Kelvin diperkenalkan oleh Lord Kelvin 1824-1907 yang mengusulkan untuk menggunakan suhu nol mutlak -273°C sebagai skala 0 pada termometer. Cara pembacaan ini disebut dengan skala Kelvin dimana perubahan 1 derajat pada skala Kelvin sama dengan perubahan 1 derajat pada skala suhu 0 derajat skala Kelvin dimulai pada suhu -273°C. Dengan demikian, 0°C sama dengan 273 Kelvin yang ditulis dengan huruf K tanpa Skala CelsiusSkala Celsius ditemukan oleh ahli astronomi asal Swedia Anders Celsius pada tahun 1742 yang mengusulkan suatu skala sebagai patokan mengukur suhu. Skala Celsius memiliki seratus derajat panas yang terbagi rata antara suhu air membeku dan Skala ReamurSkala Reamur pertama kali diusulkan oleh Rene Antoine de Reaumur pada tahun 1731. Skala Reamur menyebutkan suhu es mencair diberi nilai 0°R dan suhu air mendidih diberi nilai 80° Skala FahrenheitSkala Fahrenheit menyebutkan suhu es mencair diberi nilai 32°F dan suhu air mendidih diberi nilai 212°F. Skala Fahrenheit pertama kali diperkenalkan oleh ilmuwan Jerman bernama Gabriel Fahrenheit pada tahun buku Kalor dan Suhu dalam Hidupku karangan Tri Wahyuni Lestari, alat pengukur suhu disebut pertama kali diteliti oleh seorang ilmuwan dan dokter dari Yunani bernama Galen pada tahun 170 M. Konsep awal dari pengukuran suhu oleh Galen disebut termoskop atau termometer tanpa itu berlanjut hingga tahun 1593 oleh Galileo Galilei yang berasal dari Italia dengan penemuan Termometer Udara yang peka terhadap perubahan suhu hingga udara pada saat diawali oleh Galen, Galilei dikenal dunia internasional dengan penemuan pertama termometer di tahun 1593. Kini termometer yang umum digunakan adalah termometer zat cair dengan pengisi pipa kapiler berisi raksa atau alkohol menurut Sumber Belajar Kemdikbud. Raksa dipilih sebagai isi kapiler termometer karena salah satunya karena raksa dapat mengukur suhu yang rendah hingga suhu yang tinggi yakni dari -39°C-357° alasan alkohol menjadi pengisi termometer karena memiliki titik beku yang sangat rendah yaitu -114°C. Namun sayang nya termometer alkohol tidak dapat digunakan mengukur suhu yang tinggi karena hanya mencapai 78°C. Selain itu, berkat semakin majunya teknologi belakangan dikembangkan juga termometer Perubahan SuhuKembali mengutip Kalor dan Suhu dalam Hidupku karangan Tri Wahyuni Lestari, perubahan suhu pada benda bisa mengakibatkan dua hal yaitu pemuaian dan adalah perubahan suatu benda yang dapat menjadi bertambah panjang, lebar, luas atau berubah volumenya karena panas. Contohnya adalah sambungan rel kereta penyusutan adalah perubahan pada suatu benda yang menjadi berkurang panjang, lebar, dan luas karena suhu Modul IPA Suhu dan Kalor milik Kemdikbud disebutkan bila pemuaian suatu benda akan terjadi berbeda-beda sesuai dengan koefisien muai besar koefisien muainya, saat dipanaskan benda lebih mudah bertambah panjang. Saat didinginkan benda lebih mudah bertambah demikian koefisien muai panjang disebutkan dalam persamaan berikut iniLt = L0 + a x L0 x DTKeteranganLt = Panjang akhir mL0 = Panjang awal ma = Koefisien muai panjang m/°CDT = Perubahan suhu suhu akhir-suhu awal.Berikut ini adalah tabel beberapa koefisien muai panjang pada logamNoNama LogamKoefisien Muai Panjang m/oC1Alumunium0,0000262Kuningan0,0000193Tembaga0,0000174Besi0,0000125Baja0,000011Contoh SoalTerdapat dua utas kawat masing-masing mempunyai panjang yang sama yaitu 100 meter, yang pertama berbahan besi yang kedua berbahan kuningan. Jika terjadi kenaikan suhu dari 25°C menjadi 35°C. Tentukanlah pertambahan panjang kedua kawat tersebut!JawabanPemuaian kawat besiKenaikan suhu = 35°C - 25°C = 10°CLt = L0 + a x L0 x DTLt = 100 + 0,00001210010Lt = 100 + 0,012Lt = 100,012 mPemuaian kawat kuninganKenaikan suhu = 35°C - 25°C = 10°CLt = L0 + a x L0 x DTLt = 100 + 0,00001910010Lt = 100 + 0,019Lt = 100,09 mNah itulah, penjelasan selengkapnya tentang suhu dari pengertian hingga contoh soalnya. Selamat belajar detikers! Simak Video "Nigeria-Indonesia Diprediksi Terdampak Panas Ekstrem" [GambasVideo 20detik] pal/pal